Tampilkan postingan dengan label Buku Mbah Rono. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Mbah Rono. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Oktober 2015

Pameran HAN 2015 Balaikota Yogyakarta

                  











                                   26 Agustus 2015 ( Pameran )

Memperingati Hari Anak Nasional Kota Yogyakarta di Komplek halaman Balai Kota, TAGANA Kota Yogyakarta ikut serta dalam kegiatan tersebut. Selain lembaga lain juga terlibat seperti dari BPBD Kota Yogyakarta, Polresta Kota Yogyakarta dan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta. Acara yang dihadiri langsung olehg Walikota Yogyakarta ini melibatkan 1000 siswa siswi se Kota Yogyakarta, dengan beberapa penampilan pentas seni. TAGANA Kota Yogyakarta dengan tenda keluarganya menampilkan pameran, membagiakan leaflet dan pembatas buku ke para siswa siswi SD, SMP dan SMA. Sedangkan untuk adik-adik TK, kami menyiapkan kertas mewarnai bertemakan Kebencanaan lengkap dengan pensil mewarnainya. Respon postif dari para siswa-siswi maupun dari para guru maupun beberapa instansi yang terlibat di acara ini.

Metode dalam membagikan pembatas buku dan leaflet lebih banyak rekan-rekan TAGANA Kota Yogyakarta yang berkeliling dengan jemput bola. Hal ini akan lebih bisa masuk sesuai gol target kita dengan sedikit melakukan diskusi kecil tentang Pengurangan Resiko Bencana.

Launching Buku - Mbah Rono










           

15 Agustus 2015 ( Launching Buku )

Bertempat di Bentara Budaya Yogyakarta, empat personil TAGANA Kota Yogyakarta menghadiri peluncuran buku dengan judul : “Belajar Membumi Bersama Mbah Rono” karya Regina Safri - Rere. Content buki ini lebih memahami gempa, energi bumi dan fenomena alam di Indonesia dengan bahasa yang sangat mudah tercerna bagi setiap pembacanya.
Pada kesempatan ini pula hadir seorang ilmuwan geofisika lulusan S3 Prancis - Surono atau lebih familiar di telingga masyarakat DIY dengan panggilan Mbah Rono. Beliau berdedikasi tinggi. Memiliki temuan tentang aktivitas gunung api yang bertujuan membantumasyarakat dan pemerintah membaca gunung, yaitu tahapan status aktif normal, waspasa, siaga hingga awas.

Tujuan utamanya agar bisa lebih bijak dalam mencintai dan hidup harmonis bersama alam. Di alam ini, manusia hanyalah tamu. Sebagai tamu manusia hendaklah hormat kepada tuan rumah. Tak lupa tersampaikan salam beliau untuk Taruna Siaga Bencana di Kota Yogyakarta yang beliau bubuhkan tanda tangannya di buku.