Rabu, 28 Oktober 2015

Launching Buku - Mbah Rono










           

15 Agustus 2015 ( Launching Buku )

Bertempat di Bentara Budaya Yogyakarta, empat personil TAGANA Kota Yogyakarta menghadiri peluncuran buku dengan judul : “Belajar Membumi Bersama Mbah Rono” karya Regina Safri - Rere. Content buki ini lebih memahami gempa, energi bumi dan fenomena alam di Indonesia dengan bahasa yang sangat mudah tercerna bagi setiap pembacanya.
Pada kesempatan ini pula hadir seorang ilmuwan geofisika lulusan S3 Prancis - Surono atau lebih familiar di telingga masyarakat DIY dengan panggilan Mbah Rono. Beliau berdedikasi tinggi. Memiliki temuan tentang aktivitas gunung api yang bertujuan membantumasyarakat dan pemerintah membaca gunung, yaitu tahapan status aktif normal, waspasa, siaga hingga awas.

Tujuan utamanya agar bisa lebih bijak dalam mencintai dan hidup harmonis bersama alam. Di alam ini, manusia hanyalah tamu. Sebagai tamu manusia hendaklah hormat kepada tuan rumah. Tak lupa tersampaikan salam beliau untuk Taruna Siaga Bencana di Kota Yogyakarta yang beliau bubuhkan tanda tangannya di buku.


Tagana Goes To School - TK Lempuyangwangi

                  












                  15 Agustus 2015 ( TAGANA GoesTo School )

TAGANA Kota Yogyakarta melakukan sosialisasi kepada TK Lempuyangwangi Yogyakarta. Materi yang diberikan berupa :
a.      Mendongeng berbagai bencana oleh Kader Muda TAGANA, Sdri. Wahyu Hasanah.
b.      Menyanyi dengan judul :

“Kalau Ada Gempa”
Kalau ada gempa ,,, lindungi kepala
Kalau ada gempa ,,, sembunyi di kolong meja
Kalau ada gempa ,,, jauhi kaca-kaca
Kalau ada gempa ,,, lari ke tempat tebuka

c.      Simulasi bila mana terjadi bencana gempa di sekolah dan berkumpul di titik kumpul.
d.      Mewarnai dengan tema :
Banjir, Gunung Meletus, Gempa, Kebakaran dan Puting Beliung.

Jumlah peserta siswa siswi TK Lempuyangwangi yang turut sebanyak enam puluh tiga anak.

Pameran HAN 2015 - GOR Among Rogo

                  













Nonton animasi bencana

Menjelaskan dapur dan sumur magma

Menjelaskan deformasi, perubahan temberature, keluarnya asap sulfara yang menyengat, adanya gempa tremor ...
beberapa ciri gunung api akan meletus

Bersama Bapak Drs. Sulistiyo, SH.CN.M.Si 

leaflet


                  12 Agustus 2015 ( Pameran )

TAGANA Kota Yogyakarta mengikuti pameran dalam rangka Hari Anak Nasional yang diadakan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan Masyarakat (BPPM) Daerah Istimewa Yogyakarta di Halaman GOR Among Rogo Yogyakarta. Dalam acara ini diikuti 3000 anak Se – DIY. Sesuai misi kami yang akan lebih fokus dalam upaya Pengurangan Resiko Bencana terutama memberikan eduksi pengetahuan kepada anak sedini mungkin tentang pengenalan apa itu bencana, macam-macam bencana, bagaimana mengantisipasinya serta lebih rapah dan bijak perlakuan kita terhadap alam raya ini.

Kesempatan yang baik ini, kami gunakan menampilkan buku-buku pengetahuan tentang kebencanaan untuk tingkat dasar. Ada sejumlah enam puluh judul kita tampilkan. TAGANA Kota Yogyakarta juga menampilkan display tentang tips antisipasi berbagai bencana. Memberikan wadah ke anak-anak usia Taman Kanak-kanak untuk mengekspresikannya lewat media mewarnai yang telah kami siapkan dengan tema : Banjir, Gunung Meletus, Gempa, Kebakaran dan Puting Beliung. Beberapa tema yang masih dalam proses adalah : Tanah Longsor dan Tsunami. Kami siapkan kertas mewarnai berikut pensil warna. Ini semua original karya TAGANA Kota Yogyakarta.

Kami juga menyiapakan maket kertas potong dengan tema : Stratovolcano. Kita siapkan peralatannya seperti gunting serta lem kertas. Untuk media ini agak sedikit menguras biaya karena biaya cetak yang lumayan agak mahal. Rencana kita akan mencari donatur CSR untuk memback-up media ini.

TAGANA Kota Yogyakarta juga membagikan pembatas buku, tapi sayang pada proses cetaknya tulisannya teramat kecil sehingga akan susah terbaca oleh yang bermata minus. Setelah itu kami langsung merevisinya. Leaflet kebencanaan juga kami buat dan bagikan terutama pada remaja dan yang lebih dewasa sesuai gol target kami. Antusiasme anak-anak terlihat dari bagaimana mereka mewarnai, meminta pembatas buku sampai pertanyaan yang cukup diluar dugaan kami tentang terjadinya erupsi, ciri-ciri ketika gunung akan meletus hingga tahap status gunung berapi, dan lain-lain.

Menjadi berkah bagi kami ketika kunjungan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah DIY Bapak Drs. Sulistiyo, SH.CN.M.Si yang tak lain mantan Kepala Dinas Sosial DIY dan pernah juga menjabat Kepala Bidang Banjamsos Dinas Sosial DIY yang tentunya sudah tidak asing lagi bagi para rekan-rekan TAGANA Kota Yogyakarta. Tak lupa kita melakukan sesi foto bersama dengan beliau.

Pada kesempatan terpisah, turut hadir pula Kepala Seksi Banjamsos Dinas Sosial DIY Bapak Sigit Alifianto. Pameran perdana ini menjadi pemanasan dan belajar untuk menghadapi event yang sama kedepannya. Penanggung jawab dalam pameran ini Sdr. Agung Pranowo.

Seminar Tehnologi Rumah Tahan Gempa versi Jepang

               










            10 Agustus 2015 ( Seminar Tehnologi Rumah Tahan Gempa versi Jepang )

Seminar rumah aman gempa dengan penggunaan teknologi tali penguat polyprophelyne (PP) band pada bangunan atau perumahan yang terbuat dari dinding batu bata yang ditemukan Professor dari Institute of Industrial Science University of Tokyo - Prof. Kimiro Meguro.

Uji coba tehnologi ini telah dilakukan di Kashmir, Kathmandu, Aceh dan Bantul. Tujuan dengan penggunaan teknologi ini agar masyarakat merasa aman dari kemungkinan runtuhan dinding bangunan bila terjadi gempa. Teknologi dengan harga terjangkau, mudah didapat, tahan lama, dapat mentolelir deformasi besar dan sangat kuat, mudah dibawa dan mudah dirakit. Ketika terjadi bencana gempa, kebanyakan korban jiwa didominasi dari runtuhan dinding bangunan terutama dari batu bata.


Pemateri dalam seminar rumah aman gempa antara lain :
a.      Prof. Kimiro - Riset dan Aplikasi Teknologi Jala Ikat.
b.     Ir. Priambodo, M.T - Perkembangan Tehnik Rumah Aman Gempa.
c.   BPBD DIY - Kebijakan PRB Mewujudkan Sekolah Aman Bencana Gempa Bumi di DIY
d. Azhar Laksono - Indonesian Seismic Codes for Buildings to SNI 1726:2012. PPBM Seismic Technology Yogyakarta. 


Setelah seminar usai, dilanjutkan dengan firld trip and trainningatau kunjungan lapangan sekaligus pelatihan pembuatan jala di sebuah lokasi bangunan di daerah Bantul. Hadir dalam seminar sekaligus firld trip and trainning ini empat personil dari Taruna Siaga Bencana Kota Yogyakarta.

Seminar kali ini didukung oleh Puslitbang Kementrian Pekerjaan Umum –Perumahan Rakyat, Tokyo University, Yayasan Royal Silk, UN Padang dan Japan International Coorperation Agency - JICA, BNPB. 

Support Dapur Umum Kebakaran Blunyah Rejo












            9 Agustus 2015 ( Support Dapur Umum )

Sehubungan berbarengan waktu dengan pelaksanaan simulasi Kampung Siaga Bencana di Kelurahan Gedong Kiwo, TAGANA Kota membagi personilnya sebagian di KSB dan sebagian lagi di lokasi kebakaran. Di lokasi kejadian kebakaran, support kita selain memback-up dapur umum untuk menyiapkan sekitar 400 nasi bungkus para relawan yang terlibat di lokasi. TAGANA Kota Yogyakarta juga ikut serta bergabung dengan semua elemen membantu pembersihan puing-puing sisa kebakaran di rumah-rumah warga diluar TKP, karena pihak Labfor Kepolisianakan mendeteksi kemungkinan awal munculnya kebakaran dan memberi police line beberapa jam pasca kebakaran terjadi.

Kebakaran Rumah Pohon

                  







                  8 Agustus 2015 ( Assessment Kejadian )

Musim kemarau memang rentan terhadap potensi kejadian kebakaran, apalagi dengan bahan yang mudah menjadi pemicu kebakaran seperti bambu, kayu, plastik, kertas, dll. Hal inilah yang terjadi pada kejadian kebakaran pada saat kami konsentrasi melaksanakan KSB. Kejadian kebakaran di Kampung Blunyah Rejo, Kelurahan Karang Waru, Kecamatan Tegal rejo. Api yang meludesi Kedai Rumah Pohon, warung makan sekaligus tempat nongkrong yang terdapat gardu pandang di atasnya yang terletak di Bluyah Rejo TR II / 808 Yogyakarta. Pemukiman yang juga dijadikan tempat usaha rumah makan dengan material bangunannya 85% terbuat dari bambu. Apalagi dengan ketinggian hingga lantai enam, semuanya full bambu, sekitar 10% kayu untuk anak tangga dan sisanya plastik seperti  banner dan alas lantai di lantai atas. Nama tempatnya Kedai Rumah Pohon. Menurut beberapa saksi mata, api menyebabkan beberapa rumah terkena imbasnya justru dari lantai paling atas, dimana puing-puing terbawa hembusan angin yang jatuh ke atap rumah sebelahnya. Tidak ada korban jiwa, jumlah rumah yang terbakar 8 rumah dengan 14 Kepala Keluarga.

Pukul 06.00 WIB TAGANA Kota Yogyakarta telah mengirimkan dan mendirikan 2 (dua) unit tenda untuk posko bantuan dan satunya difungsikan untuk dapur umum lapangan.

Pukul 10.00 WIB hari itu juga, TAGANA Kota Yogyakarta diajak rapat koordinasi dengan Wakil Walikota dan semua leading sektor di wilayah, termasuk BPBD Kota Yogyakarta. Ditetapkan masa tanggap darurat 7 (tujuh) hari. Perencanaan support bantuan dan pembagian sesuai tupoksinya masing-masing dan mengagendakan adanya kerja bhakti gotong royong dengan melibatkan beberapa komunitas relawan Se – Kota Yogyakarta hari minggu, 9 Agustus 2015.


Usai rapat koordinasi, Ketua TAGANA Kota Yogyakarta melalukan validasi data korban dengan Kepala Seksi Banjamsos Disnakertrans Kota Yogyakarta serta Lurah Karang Waru. Setelah validasi korban selesai dan data terkirim ke Posko Induk TAGANA DIY, Tim Logistik TAGANA DIY malam itu juga mengirimkan bantuan logistik dan dilanjutkan esok harinya. 

Kampung Siaga Bencana Gempita Gedong Kiwo, Mantrijeron






       7 – 9 Agustus 2015 ( Kampung Siaga Bencana )

a.     Hari Pertama Jum’at, 7 Agustus 2015
Pelaksanaan pembukaan dihadiri oleh Kepala Bidang Banjamsos Disnakertrans Kota Yogyakarta, Polisi Sektor Mantrijeron, Perwakilan Kecamatan Mantrijeron dan Ibu Lurah Gedong Kiwo.
Acara dimulai Pukul 08.00 wib dengan Registrasi Peserta.
Untuk acara hari pertama lebih banyak disampaikan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai Motivasi kepada anggota KSB di Gedongkiwo.

Pemateri 1
Sambutan Ibu Lurah Kelurahan Gedongkiwo sebagai prakata sebelum diadakan sosialisasi dan pelatihan terhadap anggota KSB se-Kelurahan Gedongkiwo yang mana terdiri dari Delapan belas Rukun Warga.Pembentukan KSB di Kelurahan Gedongkiwo, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta ini disepati dengan nama “KSB GEDONGKIWO GEMPITA“.

Pemateri 2
Disampaikan oleh Seketaris Camat Mantrijeron yangmemotivasi kepada Anggota KSB yang akan dilantik agar sedianya tidak hanya terlibat tetapi juga aktif sebagai garda terdepan pada saat terjadinya bencana.

Pemateri 3
Totok Suwarno ( Kapolsek Mantrijeron ), mengharap kerjasama antara anggota POLRI dengan Anggota KSB Gedongkiwo, karena saat penanganan bencana diperlukan koorsdinasi antar lini baik dari POLRI, SKPD dan KSB itu sendiri.Pada kesempatan ini juga Kapolsek menyampaikan bahwa anggotanya siap mendukung dan bekerja bersama-sama dengan KSB untuk penanggulangan bencana baik bencana alam seperti angin puting beliung, banjir, tanah longsor danbencana kebakaran yang diakibatkan oleh human error atau konsleting listrik.
Wilayah Gedongkiwo ini merupakan daerah yang termasuk rawan bencana seperti yang tersebut diatas dikarenakan oleh letak geografis dari wilayah Gedongkiwo. Intinya dari pihak POLRI siap bekerja sama dengan KSB dalam menangani Kebencanaan sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

Pemateri 4
Sigit Alifianto ( Kepala Seksi Banjamsos Dinas Sosial DIY) menyampaikan tugas pokok dan peran dari Kampung Siaga Bencana (KSB).Kelurahan Gedongkiwo merupakan KSB yang ke-tiga yang ada di Kota Yogyakarta.Kelurahan Gedongkiwo menjadi sasaran pembentukan KSB dikarenakan tingkat resiko terjadinya bencana, oleh karena itu perlu disiapsiagakan dalam pemberdayaan masyarakatnya dalam mengantisipasi bencana yang sewaktu-waktu mengancam.

Kelurahan Gedongkiwo merupakan wilayah yang padat penduduk dengan berbagai karakteristik yang ada dikelurahan Gedongkiwo dengan berbagai strata tingkatan di masyarakat, Gedongkiwo memiliki bantaran Sungai Winongo yang rawan pada saat musim penghujan, selain menyebabkan bahaya banjir juga dapat mengakibatkan bencana tanah longsor dan yang perlu diwaspadai yakni bahaya kebakaran.

Untuk kesempatan pembentukan KSB di Kelurahan Gedongkiwo ini nantinya anggota akan dibekali dengan pelatihan dan juga simulasi dalam menangani keadaan Tanggap Darurat, Serta nantinya KSB ini pula yang akan mengelola bantuan Logistik yang ada di Lumbung sosial.Adapun macam peralatan yang diserahkan ke KSB nantinya akan menjadi tanggung jawab KSB GEMPITA dalam pengelolaannya.

Selanjutnya untuk memudahkan langkah kerja dan program KSB maka disusunlah Kepengurusan KSB yang terdiri dari Ketua, Wakil, Sekretaris dan Bendahara serta membentuk Lima Divisi yang terdiri dari Divisi Logistik, Divisi Dapur Umum, Divisi Komunikasi, Divisi Shelter, Divisi Pertolongan Pertama dan Kegawatdaruratan serta Divisi Tim Reaksi Cepat (TRC).

Masing-masing anggota yang telah dipilih sesuai dengan divisinya diharapkan dapat menguasai materi dan praktek dari paparan yang akan dilaksanakan oleh narasumber dari anggota TAGANA Kota Yogyakarta pada pelaksanaan hari kedua.

 b.     Hari Kedua Sabtu, 8 Agustus 2015
Acara dimulai Pukul 08.00 wib dengan Registrasi Peserta.
Untuk acara hari kedua disampaikan teori masing-masing divisi serta latihan penggunaan alat, yang mana anggota KSB GEMPITA akan didampingi oleh TAGANA Kota Yogyakarta.
Materi 1 disampaikan Penangan Menejemen Bencana oleh Sdr. Tomy Pramono.

Materi ini lebih menekankan kegiatan pada saat pra bencana dengan mengadakan Mitigasi Bencana atau pementaan wilayah secara keseluruhan di Kelurahan Gedongkiwo.Serta memaksimalkan potensi yang ada diwilayah Gedongkiwo baik dari segi Sumber Daya Manusia dan Potensi lain yang dimiliki oleh warga Kelurahan Gedongkiwo.

Inti dari penyampaian meteri ini diharapkan ada kesadaran masyarakat terkait dengan kewaspadaan dini terhadap bencana yang sewaktu-waktu kita hadapi.serta meningkatkan Kesiapsiagaan dalam penanganannya.

Untuk materi selanjutnya anggota KSB GEMPITA dibagi sesuai kelompoknya untuk mendapatkan pelatiahn lebih intens dari masing-masing pendamping.Adapun materi yang disampaikan diantaranya adalah :
1.   Pendirian Tenda / Shleter oleh Sdr. Agung Pranowo
2.   Pengelolaan Dapur Umum oleh Sdr. Ali Saptono
3.   Pengelolaan Tim Reaksi Cepat oleh Sdr. Indra Karya DP
4.   Penanganan Pertolongan Pertama Kegawat daruratan oleh Sdr. Yovie B.A.S
5.   Pengelolaan Logistik oleh Sdr. Wahyu Sutiyanto
6.   Mekanisme Komunikasi oleh Sdr. Seto Dwi P

Masing-masing Divisi menyampaikan materi dan melakukan simulasi pelatihan dengan durasi 120 menit (2 jam).
Materi disampaikan dengan metode yang menghibur supaya mudah ditangkap dan dipahami oleh para peserta pelatihan dari KSB Gempita.

c.      Hari Ketiga Minggu, 9 Agustus 2015
Acara dimulai Pukul 07.30 wib dengan pelaksanaan Apel Siaga yang dilaksanakan oleh semua unsur yang terdiri dari anggota KSB GEMPITA, masyarakat umum, POLRI, Pendamping dan Anggota TAGANA Kota Yogyakarta dan TAGANA DIY.
Untuk acara hari ketiga lebih difokuskan pada kegiatan simulasi gabungan dari masing-masing divisi anggota KSB GEMPITA dari apa yang sudah didapatkan pada saat pelatihan baik teori maupun praktek.

Simulasi ini mengambil tema bahaya banjir, tanah longsor dan kebakaran yang mana bencana ini perlu diatasi dengan cepat oleh masyarakat tanpa harus mengandalkan SKPD sebagai bentuk kepedulian dan penanganan pertama yang dilakukan.
Adapun simulasi ini dipandu oleh narator dari Tagana Kota Yogyakarta, sedangkan Koordinator Pengendali Posko oleh Bapak Gaos.

Simulasi dimulai dengan disampaikan keadaan wilayah Gedongkiwo yang tentram dengan aktifitas masyarakat berjalan seperti biasa, tiba-tiba tersiar kabar bahwa cuaca di wilayah Gedongkiwo diselimuti oleh awan hitam pekat dan tak seberapa lama kemudian hujan turun dengan lebat. Hal ini menjadikan debit Sungai Winongo yang ada didaerah Gedongkiwo menunjukan kenaikan yang menyebabkan banjir dan beberapa wilayah terendam air, serta disusul kemudian dengan tebing di bantaran sungai yang longsor dan mengakibatkan ada beberapa korban.

Tim TRC yang mengetahui keadaan ini segera melaporkan ke Kepala Posko untuk mengirimkan Tim Evakuasi untuk melakukan pertolongan pertama dan mengevakuasi warga lain ketempat yang lebih aman. Setelah dilakukan evakuasi didapatkan data terkait dengan jumlah korban baik korban meninggal, luka berat, ataupun luka ringan serta jumlah pengungsi yang baik dalan kondisi normal ataupun pengungsi yang dalam kondisi stres karena keadaan. Karena itu Kepala Posko yang juga ketua KSB GEMPITA menginstrusikan kepada Tim Shelter untuk mendirikan tenda serta menghubungi Tim Logistik dan Dapur Umum untuk mengatasi para pengungsi dengan pedoman data awal dari Tim TRC dan Evakuasi. Untuk korban luka berat segera dilarikan ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lanjut.

Setelah situasi terkendali Kepala Posko atau Ketua KSB GEMPITA melaporkan Kepada Lurah Gedongkiwo untuk menginformasikan penanganan yang sudah dilaksanakan oleh KSB GEMPITA.
Simulasi Selesai ...
Acara diakhiri dengan Apel Siaga sekaligus dilakukan penyerahan secara simbolis,bantuan untuk Lumbung Sosial KSB GEMPITA berupa Kid Ware, Food Ware yang diterima Ketua KSB GEMPITA (Bp. Gaos) didampingi oleh Lurah Gedongkiwo, Sekcam Mantrijeron oleh Kepala Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta.

Acara simulasi dihadiri dari berbagai pihak diantaranya Dinas Sosial DIY, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, BPBD Kota Yogyakarta, Camat Mantrijeron, Polsek Mantrijeron, Koramil Mantrijeron.